SD NEGERI BATUREJO 01

Sekolahku Bersih Sehat, Prestasiku Meningkat.
Alamat : Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati.

Kamis, 18 Agustus 2016

Gerakan Literasi Sekolah

Pendahuluan
Membaca merupakan salah satu fungsi yang paling penting dalam hidup. Semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca (Glenn Doman). Dengan kemampuan membaca yang membudaya dalam diri setiap anak, maka tingkat keberhasilan di sekolah maupun dalam kehidupan di masyarakat akan membuka peluang kesuksesan hidup yang lebih baik
Rendahnya reading literacy bangsa kita menyebabkan Sumber Daya Manusia kita tidak kompetitif karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai akibat lemahnya minat dan kemampuan membaca dan menulis. Membaca dan menulis belum menjadi kebutuhan hidup dan belum menjadi budaya bangsa. Jumlah perpustakaan dan buku buku jauh dari mencukupi kebutuhan tuntutan membaca sebagai basis pendidikan permasalahan budaya membaca belum dianggap sebagai critical problem, sementara banyak masalah lain yang dianggap lebih mendesak.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Peraturan Menteri nomor 23 tahun 2013 meluncurkan sebuah gerakan literasi sekolah untuk menumbuhkan sikap budi pekerti luhur kepada anak-anak melalui bahasa. Sederhananya, setiap anak di sekolah dasar  diwajibkan membaca buku-buku bacaan cerita lokal dan cerita rakyat yang memiliki kearifan lokal dalam materi bacaannya sebelum pelajaran kelas dimulai.
Secara luas, literasi yang dimaksud disini lebih dari sekedar membaca dan menulis. Ia juga mencangkup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya�. (UNESCO, 2003)
Penanaman nilai-nilai budi pekerti luhur ini penting dilakukan sejak dini sebab proses pendidikan sejatinya bukan hanya untuk mencetak manusia yang cerdas secara intelektual, tapi juga cerdas emosional dan spiritual. Harus diakui, salah satu kekeliruan besar dalam sistem pendidikan kita adalah sangat mengedepankan kecerdasan intelektual, namun mengenyampingkan pelajaran yang mengandung nilai-nilai moral. Tak heran jika saat ini banyak orang pintar, berpendidikan tinggi, tapi tak tahu sopan-santun, tak punya sikap tenggang rasa, tak punya empati, dan semacamnya. Padahal dari buku-buku cerita rakyat misalnya, banyak digambarkan ucap dan laku nenek moyang kita yang begitu luhur.
Anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar merupakan usia emas sehingga  penting menanamkan nilai-nilai budi pekerti luhur kepada mereka. Gerakan literasi adalah salah satu cara untuk menanamkan budi pekerti luhur tersebut. Guru memiliki peran penting dalam merangsang siswa untuk belajar, sehingga dalam melaksanakan pembelajaran, guru harus menggunakan pendekatan yang komprehensif serta progresif agar bisa memotivasi rasa ingin tahu siswa dan memicu mereka untuk berpikir kritis. Hal ini akan berhasil jika guru mampu mengembangkan pembelajaran yang tepat sehingga pembelajaran yang dilaksanakan dapat meningkatkan kemampuan literasi dan potensi siswa seutuhnya. Dalam pengembangan pembelajaran, guru juga harus mampu memilih dan memanfaatkan bahan ajar, seperti mendorong siswa untuk membaca buku-buku yang berkualitas, karena membaca sejalan dengan proses berpikir kritis yang memungkinkan siswa untuk kreatif dan berdaya cipta.
Gerakan literasi akan berhasil jika berjalan secara holistik. Selain guru di sekolah,  orang tua, perpustakaan, pemerintah, dan pihak swasta pun harus bersama-sama mendukung mewujudkan gerakan literasi.
Konsep  Dasar Literasi
a.  Literasi Dasar
    Mengembangkan kegiatan membaca, menulis, dan berhitung.
b.  Literasi Perpustakaan
    Menggalakkan kegiatan literasi dengan menggunakan referensi yang ada di perpustakaan.
c.   Literasi Tekhnologi
    Menggunakan kemajuan tekhnologi untuk memudahkan kegiatan literasi.
d.  Literasi Media
    Menggunakan media sebagai media kampanye literasi. Media terbagi menjadi media online seperti pembuatan blog yang akan me-link ke website Gorontalo Meliterasi, facebook dan twitter. Sementara media cetak bisa dilakukan dengan bekerjasama dengan koran agar menyediakan kolom khusus untuk bagi karya anak, seperti puisi, karangan bebas, cerita bergambar, dsb. Atau bekerja sama dengan stasiun TV dan radio untuk menyiarkan dan mengampanyekan gerakan literasi.
e.  Literasi Visual
    Kemampuan untuk mengapresiasi design grafis dan teks visual.

    Tujuan
          Tujuan untuk menjadikan sekolah sebagai komunitas yang memiliki komitmen dan budaya membaca yang tinggi serta miliki kemampuan untuk menulis yang komprehensif. Program Aksi dari Gerakan Literasi Sekolah adalah :
 1.  Menawarkan, mengajak atau menunjuk sekolah atau masyarakat sekolah (siswa, guru, manajemen sekolah, kepala sekolah dan komite) agar dapat melaksanakan kegiatan gerakan literasi  sekolah yang merupakan bentuk aksi/kegiatan;
 2.  Mengadakan Sosialisasi tentang pemahaman kepada guru, kepala sekolah, komite atau orang tua siswa tentang apa dan bagaimana  gerakan literasi  sekolah;
 3.  Menyediakan Buku Bacaan Bagi Siswa, merupakan kegiatan yang dirancang untuk mendapatkan buku bacaan bagi sekolah minimal 3 kali jumlah siswa di sekolah, setiap kelas di dorong untuk memiliki sudut baca (reading corner), melalui kerjasama dengan komite sekolah dan wali murid;
 4.  Program Membaca Setiap Hari, merupakan kegiatan yang dirancang agar setiap sekolah mengalokasikan waktu minimal 15-30 menit sehari, guna membiasakan siswa, guru, manajeman sekolah dan kepala sekolah untuk membaca di sekolah maupun di rumah;
 5.  One Child Book, merupakan Kegiatan Yang Dirancang Untuk Meningkatkan Jumlah Dan Jenis Buku Bacaan Di Sekolah, Agar Setiap Siswa Paling Sedikit Memiliki 1 Buku Untuk Di Baca Di Sekolah/Kelas Maupun Di Rumah, Diharapkan Orang Tua Membelikan Minimal 1 Buku Untuk Satu Semester  Atau 1 Buku Satu Tahun, Yang Kemudian Disumbangkan Untuk Perpustakaan Sekolah;
 6. Tantangan Membaca, merupakan kegiatan yang dirancang untuk mengejar target/jumlah tertentu terhadap buku yang dibaca baik tingkat sekolah, kabupaten/kota maupun tingkat provinsi;
 7. Reading Award, merupakan kegiatan yang dirancang untuk memberikan penghargaan membaca bagi siswa terbanyak membaca buku baik bersakala tingkat masing masing sekolah, kabupaten/kota maupun tingkat provinsi, hal ini bertujuan agar meransang siswa agar terus membaca;
 8.   Pelatihan Menulis, merupakan kegiatan yang dirancang agar setiap sekolah melatih/mendidik siswa untuk menulis, dengan pemberian tugas  untuk menulis kembali buku yang telah dibaca dalam bentuk resume buku atau resensi buku;
 9. Writing Award, merupakan kegiatan yang dirancang untuk memberikan penghargaan kemampuan menulis bagi siswa terhadap buku yang dibaca baik bersakala tingkat masing masing sekolah, kabupaten/kota maupun tingkat provinsi, hal ini bertujuan agar meransang siswa untuk bisa menulis;
 10. Program Aksi Lainnya, program aksi/kegiatan lainnya dapat dirancang secara khusus dalam upaya membudayakan minat baca dan meningkatkan kemampuan menulis siswa sesuai dengan sasaran dan harapan yang diinginkan.
   Sasaran
1.   Sekolah Dasar/MI
2.  Perpustakaan/TBM
3.  Pemerintah
4.   Umum (swasta, LSM, dan perorangan)
   Pelaksanaan
    Tekhnis Konsep Literasi (Harian, Mingguan, Bulanan, Per Semester/enam bulanan) Sekolah :
v  HARIAN
1.      Membaca buku-buku �budi pekerti� 10 menit sebelum pelajaran  dimulai di kelas masing-masing
2.     Menyediakan Pojok Literasi di Perpustakaan, taman, atau lokasi manapun yang nyaman di lingkungan sekolah
3.     Menjadwalkan kegiatan literasi (membaca, menulis, mendongeng, bermain drama, menggambar, kerajinan tangan, dst) bagi setiap kelas di Pojok LIterasi
4.     Membuat Majalah Dinding di perpus sekolah sebagai media apresiasi karya anak
5.     Mengaitkan setiap mata pelajaran dengan buku-buku yang mengandung nilai-nilai budi pekerti luhur
6.     Mengarahkan hukuman siswa (yang bolos, tawuran, tdk mengerjakan tugas, dll) dengan menyumbang buku anak untuk sekolah
7.     Membuat form observasi untuk menilai kemajuan anak dalam hal literasi
8.     Memposting gambar/cerita kegiatan literasi di media sosial (facebook dan twitter )

v  MINGGUAN
1)      Mengadakan quis atau perlombaan kegiatan literasi (lomba membaca, mendongeng, berpuisi, drama cerita rakyat, menari, dst) yang menyenangkan
2)     Meminta dan memotivasi  anak untuk berkunjung ke �Perpustakaan Taman� yang merupakan kegiatan mingguan Perpustakaan
3)     Mendorong dan mendampingi anak untuk membuat karya (mengarang, pusi, gambar, dll) untuk dimuat di media massa
4)     Melakukan Evaluasi dan Observasi terhadap pelaksanaan kegiatan literasi di akhir pecan

v  BULANAN
1.      Mengadakan kegiatan kunjungan ke pusat-pusat Literasi (Gramedia, museum, rumah adat, tokoh masyarakat, dinas Pariwisata, dst)
2.         Mengadakan festival literasi keluarga (misal: lomba membaca atau bermain drama antara orang tua dan anak)
v  PER SEMESTER / ENAM BULAN       
1)      Memberi reward kepada siswa yang mendapatkan nilai terbaik dalam bidang literasi (reading award dan writing award)
2)         Mendorong orang tua siswa untuk menjadi penyumbang buku anak di akhir semester
Penutup
Demikianlah TOR ini dibuat. Semoga dapat menggambarkan kegiatan yang dimaksud serta dapat dijadikan kerangka acuan kerja gerakan Literasi.

UPACARA HARI PRAMUKA

Tanggal 14 Agustus merupakan hari yg bersejarah utamanya bagi siswa- siswi SD Negeri Baturejo 01. Tepat pada saat itu semua Siswa dan siswi di seluruh Indonesia memperingati hari Pramuka. Senin, 15 Agustus 2016 dengan penuh semangat yang luar biasa seluruh guru,staf dan siswa SDN Baturejo 01 membaur jadi satu di halaman sekolah tercinta melaksanakan upacara Hari Pramuka dengan khidmat.

FOTO - FOTO KEGIATAN












JUARA 3 LOMBA GERAK JALAN TAHUN 2016 TK. KECAMATAN

Rabu, 10 Agustus 2016 di laksanakan kegiatan Gerak jalan kecamatan Sukolilo diikuti sekitar 30an peserta dari tingkat SD sampai SMA. SD Negeri Baturejo 01 berhasil meraih peringkat 3 tingkat Kecamatan. Selamat...berita lebih lengkap bisa dibaca di websitenya SD Negeri Baturejo 01.

FOTO - FOTO KEGIATAN





Selasa, 02 Agustus 2016

PEMBINAAN CALON SEKOLAH ADIWIYATA BADAN LINGKUNGAN HIDUP ( BLH ) KABUPATEN PATI

image
 






PEMBINAAN CALON SEKOLAH ADIWIYATA
BADAN LINGKUNGAN HIDUP ( BLH ) KABUPATEN PATI
Baturejo , 3 Agustus 2016
Susunan Acara :
1.      Pembukaan
2.      Sambutan – sambutan
a.       Sambutan dari kepala sekolah SD Negeri Baturejo 01
b.      Sambutan dari Kepala Desa
c.       Sambutan dari Camat Sukolilo
d.      Sambutan dari kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati
3.      Pembinaan dari Tim Badan Lingkungan Hidup ( BLH )
4.      Lain – lain
5.      Penutup

Hari Rabu tanggal 3 Agustus 2016 SD Negeri Baturejo 01 kedatangan tamu istimewa  dalam rangka Pembinaan calon Sekolah Adiwiyata acara ini dihadiri oleh sekolah – sekolah calon sekolah Adiwiyata yaitu kepala sekolah SD Negeri Poncomulyo, SDN Cengkalsewu, SDN Galiran dan SDN Kedungwinong serta di hadiri oleh pengawas TK/ SD, kepala Dinas Pendidikan Kecamatan Sukolilo, kepala desa Baturejo, Camat Sukolilo dan mahasiswa KKN dari UNiversitas Diponegoro yang di tugaskan di desa Baturejo.
Dalam acara sambutan yang di sampaikan oleh Drs. Jumarno selaku kepala Dinas Kecamatan Sukolilo beliau menyampaikan bahwa” lingkungan sekolah harus bebas rokok, baik tamu maupun warga sekolah harus bebas dari asap rokok”. 5 SD yang di ajukan di harapkan bisa mendapatkan bimbingan dan bantuan dari badan lingkungan hidup.Menurut Kepala Dinas bahwa SDN Baturejo 01 juga diajukan menjadi  sekolah rujukan / percontohan sekaligus prioritas sekolah Adiwiyata.
Kemudian pada sambutan berikutnya Kepala Desa Baturejo Nur Subiyakto, ST juga menyampaikan “ perlombaan dan yang lainnya jangan murid yang di korbankan sebagai wakkil dari komite maupun wali kami sangat respect telah di beri kehormatan namun pendidikan anak – anak jangan sampai terganggu hanya karna lomba dan lomba”.
Selanjutnya dalam acara inti yaitu Tim BLH kabupaten pati yang di wakili oleh M. Ikhsan .SH  banyak sekali menyampaikan tentang program Adiwiyata yaitu tentang materi- materi berkaitan dengan sekolah Adiwiyata.


FOTO -FOTO KEGIATAN













Senin, 25 Juli 2016

SOSIALISASI ANTI KORUPSI KKN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG TAHUN 2016

SOSIALISASI ANTI KORUPSI 
KKN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG TAHUN 2016
Pagi itu, hari Kamis (21/7) tidak seperti hari-hari sebelumnya. Mahasiswa KKN UNDIP Semarang menyelenggarakan program kerja Sosialisasi  “Anti Korupsi” di SD Negeri Baturejo 01,


Sasaran sosialisasi tersebut adalah siswa-siswa kelas  6 SD, sehingga kami harus menyesuaikan isi materi kami dengan kemampuan daya tangkap mereka yang berusia sekitar  11 tahun. Anak- anak di berikan materi berupa :

Buku-Buku Anti Korupsi

Isi materi kami berfokus pada pengenalan tindakan korupsi dan contoh-contoh perilaku korupsi yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kehidupan sehari-hari yang kami ambil adalah yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari adik-adik peserta. Contoh-contoh perilaku korupsi tersebut seperti;
-    Menyontek
-    Terlambat datang ke sekolah
-    Tidak mengerjakan pekerjaan rumah
-    Melanggar peraturan sekolah
-    Berbohong
-    Tidak mengembalikan barang yang dipinjam dari teman
-    Tidak patuh kepada orang tua
-    dan bertindak curang

Berdasarkan perilaku-perilaku di atas, kami menyimpulkan beberapa sifat-sifat yang dapat menjadi potensi terjadinya perilaku-perilaku di atas, yaitu;
-    Sombong
-    Iri Hati
-    Berbohong
-    Takut
-    Pemalas
-    Boros
-    dan tidak bersyukur

Sifat-sifat inilah yang merupakan sifat-sifat yang harus dihindari sejak dini agar tidak menjadi karakter atau watak saat mereka telah beranjak dewasa. Selain memaparkan sifat-sifat di atas, kami juga menjelaskan masing-masing sifat dengan contoh dan akibatnya apabila seseorang memiliki sifat tersebut.

Hal ini diharapkan agar adik-adik peserta memiliki gambaran atas perilaku-perilaku buruk tersebut apabila mereka melakukannya.
Sebagai penutup , sifat-sifat terpuji yang harus dimiliki dan dikembangkan sejak dini.Sifat-sifat tersebut antara lain;
-    Jujur
-    Berani
-    Patuh
-    Rajin
-    Rendah hati
-    Hemat
-    Bersyukur
Sifat-sifat terpuji tersebut dapat mengantisipasi dan menghindarkan seseorang dari perilaku yang mengarah kepada tindakan korupsi.

Kegiatan Sosialiasi

Antusias adik-adik peserta sosialisasi sangat besar saat kami memasuki ruangan kelas. Hal ini terlihat di saat kami membuka acara dengan mengucapkan salam, mereka menjawab dengan sangat keras. 
Seperti biasa, sebelum memulai acara, setelah berdoa bersama, kami memperkenalkan diri terlebih dahulu anggota KKN UNDIP Semarang. Hal ini diharapkan agar tercipta suasana yang akrab di antara tim KKN dengan peserta.

Ketika pemaparan materi berlangsung, sering terdengar gelak tawa mereka yang menyimak slide demi slide di layar proyektor depan kelas. Kami memang sengaja memperbanyak materi melalui gambar-gambar visual yang lucu agar selain mudah dipahami, adik-adik juga tidak merasa bosan dalam menerima materi. Tidak jarang juga, di sela-sela pemaparan materi, Tim KKN berinteraksi dengan adik-adik peserta.

Diakhir pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan games-games ringan agar adik-adik peserta yang terlihat bosan dapat kembali semangat untuk mengikuti sosialisasi. Hal ini kami maklumi, 

Selain dengan games-games, kami juga memeriahkan acara dengan pemberian doorprize kepada adik-adik peserta yang berani maju ke depan kelas dan mampu menjawab pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan, merupakan pertanyaan yang dibuat berdasarkan materi yang baru saja mereka terima, untuk mengukur sejauh mana mereka telah memahami apa itu tindakan korupsi dan bagaimana cara menghindarinya.

Pada akhir acara, Tim KKN memberikan kenang-kenangan berupa poster yang bertuliskan Budaya Anti Korupsi untuk SD Negeri Baturejo 01. Kenang-kenangan tersebut diterima langsung oleh Bapak Kepala Sekolah. Setelah pemberian kenang-kenangan, sebelum menutup acara dan undur diri, Tim KKN berpesan kepada adik-adik peserta untuk dari sekarang mulai menjauhi perilaku-perilaku yang dapat mengarah kepada tindakan korupsi.

Tindakan korupsi tersebut merupakan tindakan yang tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga merugikan orang lain dan bahkan merugikan negara.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi tersebut, Tim menaruh harapan yang besar kepada adik-adik SD Negeri Baturejo 01 agar dapat menjadi panutan bagi generasi penerus bangsa lainnya. Supaya, suatu hari nanti akan muncul generasi Anti Korupsi yang dapat mengubah dan menuntun Negeri ini ke arah yang lebih baik.

FOTO FOTO DOKUMENTASI


























Total Tayangan Halaman